Senin, 30 Maret 2015

Pulau Halmahera, Maluku

  
Pulau Halmahera adalah pulau terbesar di Maluku. Bentuk pulaunya mirip huruf  K  nampak juga seperti miniatur Sulawesi. Dengan pantai berpasir putih, hutan yang masih alami dan Gunung Mamuya yang spektakuler adalah tawaran menakjubkan di tempat indah ini. Pulau Halmahera ditambari pegunungan dan pulau-pulau yang masih ditutup hutan. Pulau besar ini mencakup area lebih dari 17.000 km2, dan masih jarang penduduknya. Pulau ini merupakan pusat dari suatu wilayah lebih besar, yang disebut Moro, meliputi pulau dan garis pantai Halmahera, dan yang paling dekat dengan Morotai di bagian utara. Pulau Halmahera sendiri dibagi menjadi 5 kabupaten, yaitu: Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kabupaten Halmahera Tengah. 


Sejak abad ke-15, sebagian besar wilayah Halmahera berada di bawah kekuasaan Kesultanan Ternate. Pertengahan abad ke-16, pulau ini merupakan tempat misi Jesuit Portugis yang paling terkenal yaitu St. Francis Xavier (dikenal sebagai St Franciscus Xaverius). Negara-negara Muslim Ternate dan Halmahera menolaknya kemudian berhasil mengusir para misionaris dari pulau ini pada 1571. Meski demikian, pengaruhnya Kristen masih terlihat sampai sekarang, setengah populasinya adalah Muslim dan separuhnya Kristen. Halmahera memiliki peran penting selama Perang Dunia II. Di sinilah Amerika dan Sekutu  menguasai Filipina dan Kepulauan Pasifik Selatan. Jenderal Amerika McArthur sempat tinggal di sebuah pulau dekat Daruba dan merencanakan serangan udara terhadap Jepang. The Amerika Daruba Airlfield memiliki tujuh landasan pacu dan masih terlihat sampai saat ini. Sejumlah besar bahan peledak, amunisi dan senjata masih ditemukan di perairan dangkal pulau ini.


AKOMODASI
Ada beberapa hotel yang sangat layak dan terjangkau di Gilolo, Tobelo, Galela, Kao, Sidangoli, Buli, Saketa, dan Weda. Jika Anda berada jauh dari lokasi hotel-hotel ini, Anda mungkin harus tinggal bersama masyarakat setempat di desa. 

TIPS
Pusat Informasi Pariwisata Halmahera Utara (TIC) Jl. Bhayangkara, Tobelo. Pusat Menyelam di Pulau Kakara Jika Anda berencana untuk menyelam, waktu terbaik untuk berkunjung pada bulan Mei hingga Oktober. Untuk berselancar, waktu terbaik adalah bulan November dan Desember, ketika gelombang berada pada titik tertinggi. Jika Anda memutuskan untuk tinggal di dengan penduduk setempat, pastikan untuk membawa pemandu. Bawa obat anti nyamuk.


BERBELANJA
Suvenir di Halmahera sangat terbatas. Perisai (salawako) dan pedang (kalewang)adalah bagian dari budaya yang menarik, meskipun hanya dibuat khusus untuk Tari Cakalele, Tarian perang dan pagelaran seni namun Anda masih memiliki kesempatan untuk menemukan suvenir lainya di Tobelo di sebuah toko suvenir kecil di Jalan Bhayangkara, Lantai 2, Hibualamo, Tobelo.

BERKELILING
Bemo (becak bermotor / becak), mikrolet (minibus biru), bentor (kendaraan bermotor), ojek, dan becak merupakan transportasi darat umum di Pulau Halmahera. Anda dapat pula memilih penyewaan kendaraan yang dapat dibantu dari tempat penginapan.

KULINER
Sangat mudah untuk menemukan beberapa restoran  atau warung di pulau ini. di sekitar Town Centre dan jalan Dufa-Dufa terdapat  beberapa restoran yang pasti akan memuaskan selera Anda.
Anda juga dapat mencicipi beberapa hidangan khas Pulau Halmahera, seperti Halua, boboko, Lapis Tidore, Kue Bilolo, Mam Raka dan Popeda.

KEGIATAN
Di selatan Morotai, tepatnya di teluk Tobello terdapat beberapa sisa-sisa Perang Dunia II. Sebagin besar lokasi di pulau ini memiliki medan alam yang sulit, jadi Anda harus datang ke sini dengan semangat berpetualangan. Wilayah unchartered di sini menciptakan sebuah suasana "Robinson Crusoe", karena sama sekali tidak ada tanda-tanda kehidupan di pulau-pulau karang yang  indah dan di hutan yang masih alami. Kegiatan yang paling populer di Halmaherai adalah menjelajahi perairan yang indah. Berselancar di pantai Dorume, terkenal dengan ombaknya yang besar, terutama pada bulan Desember, yang merupakan waktu terbaik untuk berselancar. Selain ombaknya yang besar, daya tarik lainya di sini adalah pasir pantainya indah, berkilauan di bawah sinar matahari karena mengandung butir logam. Nikmati pemandangan di Talaga Biru yang damai, telaga ini adalah kolam alami berukuran kecil dengan air sebening kristal, yang terletak di dekat desa Mamuya di kecamatan Galela. Menurut legenda setempat, para peri akan turun dari surga untuk mandi di sini. Menariknya, setiap daun pohon-pohon sekitarnya yang jatuh ke dalam kolam selalu hanyut ke pantai, meninggalkan air yang jernih. 


Pulau Dodola dikelilingi oleh pantai berpasir putih yang luas, yang sebenarnya menghubungkan pulau-pulau tetangganya seperti Dodola Besar dan Dodola Kecil. Dengan dikelilingi alam yang indah dan air jernih membuat tempat ini cocok untuk berenang, menyelam, snorkeling, atau sekedar bersantai. Dodola juga masuk dalam sejarah. Selama Perang Dunia II, Jenderal Mc Arthur dan pasukannya sering berkunjung ke sini untuk rekreasi. Pantai Kupakupa sangat ideal untuk bermain kano, berenang dan memancing. Batu Kopi terletak di Posiposi-Rao Pantai di barat daya Morotai. Namanya berasal dari cerita rakyat setempat yang menyatakan bahwa aroma kopi yang ada di tempat tersebut berasal dari batu yang ada di tempat tersebut. Biasanya aroma ini terasa menjelang sore hari. Di sini Anda bisa berenang, berselancar, menyelam, dan naik perahu. Bagi mereka yang tertarik berselancar, November dan Desember adalah bulan-bulan yang ideal untuk berkunjung. Pulau Kakara memiliki Hibualamo tertua (rumah besar atau balai desa) di sekitar Tobelo, dan dianggap sebagai tempat lahirnya kebudayaan Tobelorese. Kunjungan ke Terowongan Jepang pada Perang Dunia II Jepang, akan mengajak Anda kembali ke sejarah. Terletak di dua desa yaitu desa Samuda dan Duma Kecamatan Galela Barat, terowongan ini merupakan tempat persembunyian Militer Jepang pada Perang Dunia II. Terowongan yang ada di desa Samuda panjangnya 20 meter dan memiliki beberapa kamar yang diduga digunakan sebagai ruang pertemuan. Kunjungi bunker Kao untuk menyaksikan meriam Jepang dan belajar tentang pendudukan Jepang di Kao selama Perang Dunia II. Ada banyak peninggalan perang di sekitar kota ini, terutama di sekitar bandara Kuabang. Di sini terdapat beberapa bunker dan empat meriam, yang masih dalam kondisi baik. Bunker terbesar, dengan dua gedung dan koridor yang panjangnya 15 meter, dapat ditemukan di dekat landasan. Landasan itu sendiri dibangun oleh militer Jepang, dan sekarang menjadi salah satu fasilitas bandara yang paling penting di Halmahera Utara. Untuk kombinasi wisata alam dan sejarah, kunjungi pantai Sosol, Pantai ini memiliki pasir hitam dan ombak yang sedang, menjadikan tempat yang cocok untuk bersantai dan berenang. Sementara Anda di sini, sempatkan diri Anda melihat bangkai kapal Tosimaru, kapal kargo jepang pada Perang Dunia II. Gunung Dukono yang mengagumkan merupakan salah satu dari tiga gunung berapi teraktif di Pulau Halmahera dan salah satu yang paling aktif di Indonesia. Uji nyali Anda dengan mendaki gunung yang masih mengelurkan asap ini. Pendakian ke atas gunung biasanya dimulai dari desa Mamuya. Di sana Anda akan menemukan sebuah pos gunung berapi, yang dapat memberikan informasi terkini tentang kondisi gunung berapi, menggunakan sepeda motor ke lereng gunung juga memungkinkan. Dari sana, Anda harus berjalan sekitar 2 jam melalui hutan dan melintasi beberapa jurang sampai akhirnya mencapai kawah lahar di sekitar kawah Dukono. Di sini Anda akan menemukan tempat berkemah bagi mereka yang ingin bermalam di Gunung Dukono. Dari tempat berkemah, lokasi kawah hanya satu jam ditempuh dengan berjalan kaki. Menyelam di perairan yang masih murni di antara ikan-ikan tropis adalah pengalaman yang luar biasa. Beberapa tempat menyelam yang paling populer adalah: Teluk Somola Anda akan menemukan pulau-pulau kecil, yang menawarkan air laut yang biru dan gerombolan pohon bakau. Di daerah ini, wisatawan dapat bermain kano sambil menikmati pemandangan Teluk Somola yang indah. Daerah ini dapat dicapai dengan kapal dari Pantai Pune, Kecamatan Galela. Pulau Tagalaya adalah salah satu pulau yang terletak di depan Kota Tobelo. Airnya tenang dan jernih, dan pantai berpasir putih mengelilingi pulau ini. 


Terumbu karang di sini kaya akan kehidupan lautnya dapat ditemukan pada kedalaman 2-10 meter di lepas pantai Tagalaya. Pohon bakau berdiri kokoh di pasir putih dan dikelilingi oleh karang, membuat kegiatan menyelam di sini menjadi pengalaman yang unik. Anda juga dapat menyaksikan penduduk yang sedang menunggu pancing mereka dimakan ikan. Taman Laut Tobotobo terletak di desa Toboto, Kecamatan Loloda dan merupakan tempat yang ideal untuk snorkeling atau menyelam. Tobotobo juga memiliki ribuan kelelawar yang bergelantungan di pohon bakau dan juga menjadi tempat mandi burung merpati putih dan biru. Pulau Rorangane adalah salah satu pulau berpenghuni di Halmahera Utara, terletak hanya 15 menit dari pelabuhan Tobelo. Serupa dengan Tagalaya, pantai di pulau ini memiliki air yang tenang dan jernih. Pantai pasir putih mengelilingi seluruh pulau ini. Selain menawarkan tempat berenang yang baik, terumbu karang pada kedalaman 10-30 meter juga menjadi lokasi yang ideal untuk menyelam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar